Senin, 21 Januari 2013

Sejarah Seifuku [Sejarah Seragam Sekolah di Jepang]

Mari kita sedikit belajar tentang sejarah Seifuku atau yang lebih dikenal dengan Sailor Seifuku atau Seragam Siswi Sekolah di Jepang. Dan karena memang sudah banyak blog atau web yang telah membahas sejarah dari seifuku ini, maka saya hanya akan meng-copas sejarahnya saja, sedangkan untuk alasan kenapa rok seifuku dijepang pendek-pendek? saya akan menjelaskan pula disini. dan berikut adalah sejarah singkat dari seifuku :

Sera fuku atau seifuku (kemudian lebih dikenal dengan Sailor Seifuku) merupakan salah satu ikon pop culture di Jepang. Para pecinta anime atau manga sudah tentu sangat akrab dengan seragam yang satu ini. Kemeja putih dengan dasi khas pelaut serta rok berlepitnya, membuat seifuku terlihat sangat menarik dan manis. Bahkan saking terkenalnya, seifuku telah menjadi inspirasi penting bagi para desainer di seluruh dunia.



Berawal dari Elizabeth Lee, yang diyakini sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan seragam sekolah Sailor di Jepang pada tahun 1921. Elizabeth Lee adalah Kepala Sekolah Fukuoka Jo Gakuin. Sebelumnya, Elizabeth menghabiskan sekolahnya di Inggris, tempat dimana ‘asal' seragam Sailor. Sailor uniform merupakan seragam yang digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada saat itu.

Pada awal 1900-an, di Eropa sedang booming mode pakaian seragam Sailor. Seragam Sailor ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-17 di Eropa, tepatnya pada 1628 saat seragam model Sailor ini menjadi seragam resmi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Salah seorang yang berjasa mempopulerkan seragam Sailor di Eropa adalah Pangeran Edward VII dari Inggris. Sebuah lukisan yang menampilkan sosoknya dalam pakaian sailor saat berusia 5 tahun, yang dianggap banyak orang pada masa itu begitu mempesona, membuat popularitas seragam sailor berkembang di antara anak-anak dan kaum muda di Eropa.

Saat pengaruh Sailor Seifuku masuk ke Jepang, saat itu Jepang tengah berada pada era restorasi Meiji, masa-masa dimana pengaruh dunia Barat sangat deras masuk ke Jepang dan demokrasi sedang berkembang pesat. Eksistensi kaum wanita mulai diakui dan mereka sudah tidak sungkan lagi untuk meninggalkan tradisi lama, salah satunya adalah meninggalkan tradisi fashion lama, yaitu untuk selalu berpakaian kimono. Hal ini yang membuat sailor seifuku menjadi begitu populer di kalangan wanita, terutama kalangan pelajar hingga sekolah-sekolah saat itu menggunakan desain sailor sebagai seragam sekolahnya.

Setiap sekolah mempunya desain seragam sailor yang berbeda-beda. Hal ini ternyata, disadari atau tidak oleh pihak sekolah, menjadi daya tarik bagi para calon siswa. Bahkan tidak sedikit siswa yang mendaftar di sebuah sekolah hanya karena seragam sailornya yang keren.

Credit : wikimu.com

Nah, kalau bicara soal seifuku ini, pasti akan muncul beberapa pertanyaan dikepala kita terutama tentang alasan kenapa rok seifuku itu pendek-pendek?
Sebenarnya pertanyaan itu dulu sering keluar dipikiran saya, dan saya sempat bertanya kepada salah seorang teman saya orang jepang berinisial HRK, yang saya temui disalah satu situs jejaring sosial yang banyak berkumpul orang jepang disana (yang jelas bukan facebook, karena facebook dijepang sendiri tidak booming seperti dinegara-negara lain), nah dari dia saya mendapatkan dua alasan.


Alasan pertama :
Kenapa rok seifuku itu pendek-pendek adalah, jika melihat kebelakang yaitu sejarah jepang, dulu rok seifuku itu dibawah lutut. Tapi sama halnya dengan di indonesia, walaupun jepang terkenal dengan tingkat kedisiplinannya yang tinggi, dan taraf pendidikannya yang tinggi pula. Disana juga tidak berbeda jauh dengan di indonesia, disana juga terdapat siswa-siswa yang nakal, terutama untuk urusan bolos sekolah. Sehingga di beberapa sekolah mereka memberlakukan agar rok seragam sekolah disekolah mereka lebih dipendekan beberapa centimeter diatas lutut. And you know what guys? it works. Semenjak sistem itu diberlakukan, tingkat siswa sekolah yang bolos sekolah menurun dengan drastis. Bahkan dibeberapa daerah dan sekolah bahkan ada yang sampai memberlakukan sistem rok-nya seperti celana seragam P.E (Physical Education atau seragam olahraga), namun setelah terjadi beberapa kasus maka sistem itu dihapuskan dan kembali ke standar rok yaitu dibawah lutut atau diatas lutut beberapa centimeter.

Alasan kedua :
Alasan kedua kenapa rok seifuku pendek-pendek adalah "gaya". Banyak siswi perempuan disana sengaja menaikan rok-nya beberapa centimeter diatas lutut (mulai dari 7cm, 13cm, bahkan sampai 15-18cm diatas lutut) untuk menarik hati lawan jenis-nya atau agar mereka dibilang seksi. Lalu saya sempat bertanya waktu itu, berarti mereka yang pakai rok dibawah lutut bisa dibilang anak yang gak gaul ya? Dan dia menjawab, tidak semuanya, ada siswi yang memang dia tidak mau ikut-ikutan sehingga mereka tetap menggunakan rok dibawah lutut, namun tidak sedikit juga dari mereka yang menggunakan rok dibawah lutut sering menghabiskan waktunya di perpustakaan sekolah (dia tidak menyebutnya gak gaul loh ya :p). Lalu sekali lagi iseng saya bertanya kepadanya "Lalu bagi yang pakai rok pendek itu apa mereka menggunakan semacam celana mirip seperti celana yang digunakan untuk P.E. di gym?(saya tidak tahu namanya tapi yang jelas semacam boxer yang hampir menyerupai pantsu-lah) atau langsung hanya menggunakan pantsu?" Lalu dia menjawab "ada yang mengenakannya, tapi ada juga yang tidak (hanya menggunakan pantsu lalu pakai rok)"

Nah kurang lebih seperti itu alasannya, sama hal-nya dengan di indonesia sendiri kan? ada yang pakai rok pendek, ada yang pakai rok panjang, bahkan ada yang mengenakan celana panjang sebagai seragam sekolahnya. Bahkan teman saya tersebut sempat dia memberikan sebuah foto yang diambilnya sendiri dari beberapa sekolah didekat tempat tinggalnya, sayangnya foto tersebut saya simpan di hardisk ext saya yang rusak dulu T_T. Dan dari beberapa foto tersebut saya melihat bahwa tidak sedikit siswi yang mengenakan rok dibawah lutut, namun tidak sedikit pula siswi yang juga mengenakan rok diatas lutut. Bahkan saya juga diberitahu oleh teman saya tersebut, bahwa sebenarnya dibeberapa sekolah dijepang saat ini, siswi-siswi yang mengenakan rok diatas lutut itu mereka "kucing-kucingan" dengan penjaga sekolah, karena sejak diberlakukannya rok dibawah lutut dibeberapa sekolah dijepang sejak 2009 lalu. Sedikit demi sedikit sekolah-sekolah mulai memberlakukan sistem ini. Dan satu lagi, jika kita melihat di anime-anime, dorama, dll. Mungkin kita akan melihat rok diatas lutut dimana-mana, rambut panjang dengan style-style yang keren, dll. eits, tapi tunggu dulu, apa yang kita lihat di film dengan kenyataannya itu jauh berbeda, tidak semua sekolah memberikan keleluasaan kepada muridnya untuk bergaya seenaknya mungkin terutama sekolah negeri, disana juga diberlakukan beberapa peraturan yang hampir sama dengan di indonesia, seperti bagi laki-laki dilarang rambut panjang, sepatu harus hitam, rok tidak boleh diatas lutut, dll. Pada dasarnya banyak dari orang tua yang tidak suka jika mereka melihat putrinya mengenakan rok yang diatas lutut terlalu tinggi (namanya saja orang tua).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar